Di balik kecanggihan platform digital Desa Wisata Manud Jaya, terdapat peran besar komunitas lokal yang menjadi tulang punggung operasional di lapangan. Karang Taruna dan Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Manud Jaya kini bersinergi memastikan setiap wisatawan mendapatkan pengalaman autentik yang tak terlupakan.
Anggota Karang Taruna Desa Manud Jaya kini tidak hanya bertugas sebagai pemandu jalur trekking lereng Lawu dan pengelola area camping, tetapi juga berperan aktif dalam manajemen konten sistem informasi desa. Melalui pelatihan berkala, para pemuda desa memastikan keamanan pendakian dan kenyamanan pengunjung saat bermalam di bawah bintang.
“Kami ingin pemuda desa tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pengelola utama yang paham teknologi sekaligus menjaga kelestarian alam kami,” ujar perwakilan Karang Taruna Manud Jaya.
Sementara itu, Ibu-ibu PKK mengambil peran vital dalam mengelola sektor hilir pertanian. Melalui unit “Kampung Industri” atau sentra olahan tani, mereka mengubah hasil panen sayur dan buah menjadi produk kuliner bernilai tinggi. Mulai dari keripik hasil bumi hingga minuman herbal khas lereng gunung, semua diproduksi dengan standar kebersihan yang terjaga untuk menjadi buah tangan para wisatawan.
Keterlibatan aktif kedua organisasi ini membuktikan bahwa pengembangan Desa Wisata Manud Jaya mengedepankan prinsip pariwisata berbasis kerakyatan, di mana manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh warga lokal.


